Tips Memilih Mentor Bisnis

Tulisan ini saya buat berdasarkan sharing dari sejumlah kenalan, observasi, plus sedikit pengalaman. Memiliki mentor dalam bisnis, ibarat melintasi jalan tol. Lebih cepat, dan bebas hambatan. Kita tidak harus melewati proses yang sama panjangnya dengan yang dilalui oleh mereka, karena kita belajar dari pengalaman mereka. Kita bisa meminimalisir kesalahan saat menjalankan bisnis, melihat di bagian mana saja dari bisnis kita yang perlu dibenahi, serta mendapatkan partner yang peduli dengan kita, sekaligus peduli dengan perkembangan bisnis kita.

Sebelum memutuskan memilih mentor untuk bisnis Anda, ada baiknya melakukan beberapa saran berikut ini:

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan
Mengapa Anda membutuhkan mentor? Apa yang ingin Anda perbaiki atau tingkatkan dalam bisnis? Sudah sesuaikah latar belakang sang mentor dengan kebutuhan Anda? Memilih mentor tidak hanya berdasarkan soal nama besar, namun juga kesesuaian dalam pengalaman dan bisnis. Mentor yang baik akan menyarankan Anda untuk memilih atau mengikutsertakan mentor lain yang lebih sesuai, jika ia melihat bahwa pengalaman dan latar belakangnya kurang pas bagi perkembangan bisnis Anda. Ia tidak akan berusaha menjadi One Stop Solution.

2. Faktor Kecocokan
Dalam partnership apapun, kita melibatkan apa yang disebut dengan unsur chemistry, yakni kecocokan. Tidak perlu memaksa diri meminta seseorang menjadi mentor Anda, jika unsur kecocokannya kurang. Sebab, Anda akan bekerja sama dalam jangka waktu lama dengannya. Temukan beberapa kesamaan yang bisa menjadi jembatan antara Anda dan mentor.

3. Sistem Kerjasama yang Jelas dan Tertulis
Saya sering menekankan pentingnya membuat perjanjian tertulis dalam setiap kerjasama bisnis. Jelas detilnya, dan jelas apa hak dan kewajiban masing-masing pihak. Ini akan sangat membantu kita dalam melangkah. Juga, lebih jelas bagi kita untuk mengkomunikasikan apa yang kita inginkan dari sang mentor, dan apa yang diinginkan oleh sang mentor dari kita. Seandainya ada sengketa, akan lebih mudah menetapkan tolok ukur dan mencari solusi. Sistem kerjasama yang jelas dan tertulis, juga membantu membuat dua belah pihak sama-sama diuntungkan. Lengkapi dengan poin Disagreement, untuk mengantisipasi jika suatu saat terjadi ketidakcocokan antara Anda dan Mentor.

4. Berdasarkan Asas Mutual Simbiosis
Kerjasama dalam bisnis adalah untuk membuat setiap pihak berada dalam posisi win-win. Tidak ada yang merasa dirugikan, juga tidak ada yang menang sendiri. Kerjasama antara Anda dan mentor harus berada dalam koridor saling menguntungkan.

5. Mengerti Karakteristik Bisnis Anda
Ada banyak pebisnis hebat dan sukses, tetapi tidak semua dari mereka otomatis mengerti tentang bisnis yang Anda jalankan. Mentor yang mengerti tentang karakteristik bisnis Anda, akan bisa membuat bisnis Anda berkembang jauh lebih pesat. Sebaliknya, mereka yang kurang paham, sekalipun sukses, belum tentu akan berdampak baik pada bisnis Anda. Mentor yang baik, tidak akan mengambil semua tawaran di depan mata. Jika tidak menguntungkan, atau sektornya tidak relevan, mereka akan mengatakannya pada Anda, dan dengan senang hati menyarankan atau membantu menunjukkan mentor lain yang lebih sesuai.

6. Saling Menghargai
Menjadi mentee, tidak berarti Anda bebas setiap saat menghubungi mentor. Mereka juga orang sibuk, dan punya jadwal padat. Sesuaikan jadwal Anda dengan mentor, dan buatlah kesepakatan tentang waktu dan media pertemuan. Apakah dalam bentuk pertemuan langsung, atau melalui email, Skype, dan lain-lain. Buatlah interaksi Anda dengannya berlangsung efisien, agar tidak mengganggu waktu masing-masing. Tetapkan agenda dengan jelas, kapan meeting reguler, kapan meeting evaluasi. Carilah informasi juga, apakah sang mentor lebih suka dengan term konsultasi berbayar ataukah tidak. Jika ya, masukkan dalam poin kerjasama, agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

7. Saling Memberi Ruang Untuk Berkembang
Mentor yang baik tidak akan memaksakan kehendak kepada menteenya. Sebab ia tahu, bahwa posisinya adalah sebagai pendamping dan pengarah, bukan pemilik. Andalah pemilik bisnis itu. Jika suatu saat bisnis Anda berkembang jauh dan membutuhkan pendamping lain, atau jika sang mentor menganggap bahwa perannya bagi Anda sudah cukup, maka saat itulah masing-masing akan berjalan ke arah yang baru. Kerjasama antara mentor dan mentee, jika dilakukan dengan kesepakatan memberi ruang untuk berkembang, akan memperkaya dan mendewasakan masing-masing pihak.

*****

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ingin menghubungi penulis untuk keperluan branding bisnis dan pribadi Anda, dapat menghubungi alamat email: info@jnconsulting-indo.com atau mengisi form yang ada pada laman Contact.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s