DUA WAJAH

downloadKemarin, mas Bayu Bintoro (salah satu peramai grup Telegram Branding Chatz),
sempat menyebut tentang dua wajah. Wajah publik dan wajah privat. Dan secara kebetulan, hari ini ada berita di Huffington Post tentang Bruce Jenner, alias Caitlyn Jenner. Saya pikir, ia bisa menjadi contoh kasus yang bagus untuk menjelaskan tema tersebut.

Untuk urusan dua wajah, salah satu ikon mutakhir dalam kultur modern adalah Bruce Jenner. Ia seorang atlit ternama Amerika, yang menikah dengan Kris Jenner, dan menjadi bagian dari drama klan Kardashian. Ia menciptakan gelombang kontroversi di media, setelah dengan terbuka mengumumkan pindah gender, dan berganti nama menjadi Caitlyn Jenner. Kehebohan berita alih gender itu, bahkan disebut-sebut berhasil menyingkirkan sejenak dominasi Kris dan Kim Kardashian di media.

Bruce menyembunyikan keadaan dirinya sejak lama. Di depan publik, ia lelaki tulen. Di saat tak ada seorang pun yang melihat, saat rumah sepi dan penghuni rumah yang lain belum bangun, ia menjadi Caitlyn. Berbaju perempuan, mengenakan wig, berlipstik, dan berjalan bebas sendirian di rumah. Ketika mulai ada tanda orang rumah mulai terbangun, ia bergegas kembali menjadi Bruce.

Kris tidak seterbuka anaknya, Kendall. Ia masih ambigu menyebut, sejak kapan sebenarnya ia tahu siapa Bruce sebenarnya. Kendall lebih berani. Ia bilang, sejak kecil sudah tahu bahwa ayahnya berbeda, meskipun ia belum mengerti apa itu. Ia bahkan menyebut, bahwa ibunya pun sebenarnya sudah tahu kondisi ayahnya, sejak mereka masih pacaran.

Mengapa banyak orang menjadi seperti Bruce, memakai wajah berbeda di publik dan di ruang privat?

Ada banyak penyebab. Pertama, mungkin tuntutan keadaan. Tidak semua orang bisa tahan menghadapi tekanan sosial. Norma, kebiasaan, keharusan untuk berkompromi, bisa menyebabkan orang memilih memendam rapat-rapat tentang siapa dirinya, ketimbang menanggung resiko besar.

Kedua, mungkin tuntutan profesi. Terutama yang erat kaitannya dengan imej, alias citra. Tuntutan pekerjaan bisa membuat seseorang menjadi sosok yang berbeda dengan saat mereka ada di rumah.

Sekarang, Bruce nampak menikmati sekali kehidupan barunya. Ia tidak lagi harus bersembunyi atau bangun lebih pagi, hanya agar bisa menjadi dirinya sendiri meskipun sebentar. Kini semua orang tahu, dan ia bisa bebas pergi, bebas belanja ini itu sesukanya, bebas berdandan tanpa harus terlalu banyak berpikir ulang.

Jika Anda memiliki kesempatan serupa itu, bisa bebas menjadi diri sendiri apa adanya, baik di depan publik maupun di ruang privat, bagaimana kira-kira perasaan Anda? Manakah yang kiranya lebih membuat bahagia? Satu, atau dua wajah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s