Selektif Memilih Grup/Networking bagi Brand Diri Anda

idea-bubblesAda pertanyaan dari salah seorang member grup Telegram BrandingChatz, tentang: apakah boleh kita melakukan semacam testing, untuk melihat bagaimana suasana dalam sebuah grup/networking yang kita masuki? Misalnya dengan memposting konten pancingan, lalu memperhatikan bagaimana reaksi member di grup/networking itu? Atau kita diam sebentar menyimak lalu lintas interaksi di dalamnya?

Menurut saya, sangat boleh kita melakukan itu. Tentu saja dalam rangka untuk mengetahui apakah grup/networking tersebut cocok dengan kita. Bisa dengan cara melakukan posting pancingan, atau mengamati dulu sebelum memutuskan untuk aktif.

Tidak saja boleh, kita juga wajib untuk selektif saat memilih sebuah grup/networking. Sebab, grup/networking termasuk dalam kategori ENVIRONMENT/LINGKUNGAN tempat di mana kita memelihara dan mengembangkan brand diri kita.

Teman-teman tentu masih ingat, di postingan sebelumnya, saya bercerita sedikit tentang seorang rekan yang memiliki unsur brand diri yang sangat positif. Yakni, sangat menghargai waktu dan ketepatan. Namun karena ia ada di lingkungan yang kurang sesuai, maka unsur brand positif yang semula sebenarnya adalah aset, berubah menjadi liability, alias beban. Bayangkan jika mayoritas orang di lingkungan kita suka menunda-nunda, sementara kita terbiasa tepat waktu. Pasti sedikit banyak kita akan terbawa irama lingkungan. Atau kalau tidak, kita yang akan dipandang aneh.

Alasan berikutnya mengapa kita dianjurkan untuk selektif memilih grup/networking, adalah karena berkaitan dengan partisipasi kita di tempat tersebut. Untuk membangun brand diri, kita perlu aktif berpartisipasi di lingkungan yang kita pilih. Dan partisipasinya, terkait erat dengan apa yang bisa kita kontribusikan. Terutama keahlian dan fokus dari bidang yang kita lakukan. Jika grupnya tidak cocok, maka tentu sia-sia namanya. Antara hasil dengan energi yang dikeluarkan tidak seimbang. Positioning juga rentan terganggu.

Selanjutnya, adalah alasan waktu, prioritas, dan preferensi. Kita sama-sama diberi waktu 24 jam. Tetapi jenis aktifitas yang dilakukan setiap orang pasti berbeda, dan membutuhkan alokasi waktu yang berbeda pula. Setiap orang memiliki prioritas. Tidak mungkin bisa aktif dalam sekian banyak grup dalam waktu yang sama. Pasti akan ada beberapa yang terbengkalai. Ada yang bisa, tetapi jumlahnya sedikit. Juga tidak semua orang cocok dengan tipe grup/networking tertentu. Ada yang lebih cocok dengan networking offline, ada yang lebih suka online. Pilihlah yang paling cocok dengan kita.

Selektif memilih grup/networking, juga menguntungkan dari segi reputasi. Karena kita fokus pada grup tertentu yang isinya orang-orang dengan latar belakang yang sesuai bagi perkembangan brand diri kita, maka kita akan lebih mudah berpartisipasi. Dan keaktifan kita, akan berdampak pada makin menguatnya reputasi, yang menjadi salah satu goal saat kita mengembangkan Brand Diri.

Soal Brand, adalah soal “Selectively Famous”. Yakni tentang bagaimana menjadikan diri kita mudah dikenali dengan identitas yang solid. Bukan sekedar “Famous”, juga bukan “Famous on Everything.”

Selamat bernetworking!
———————————-

Artha Julie Nava
Certified Personal Branding Strategist | Certified Social Branding Analyst

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s