Your Pain, Your Gain

your-pain-your-gainSaya punya sahabat dekat, seorang entrepreneur. Persahabatan kami terjalin cukup lama, dan saya tahu liku-liku bisnis yang dijalaninya. Mulai dari saat masih terseok-seok, ditipu, kehilangan arah, gagal, diintimidasi, dimusuhi. Saat ia lebih banyak menangis, hingga akhirnya bisa tertawa bahagia. Saat ia dipuji, didukung, hingga akhirnya sukses. Termasuk dari saat di mana hasil bisnisnya hanya cukup untuk menutup biaya operasional bulanan (bahkan lebih sering tekor), hingga kemudian omzetnya bisa tembus berlipat ratusan persen.

Namun saya yakin, jauh lebih banyak orang yang hanya melihat hasil akhir berupa deretan angka berbuntut banyak nol/bulan dari dirinya. Sedikit sekali yang mau menyimak, bahwa perjuangan yang ditempuhnya sangat panjang. Dan jarang yang mau melihat, bahwa dalam setiap keberhasilannya, ada banyak duka dan sakit yang harus dilalui terlebih dahulu.

Awal mula bisnisnya, berasal dari PASSION, yakni Menulis. Kemampuan menulisnya sudah diawali sejak ia remaja, ketika dengan rajin ia menulis artikel untuk surat kabar setempat. Dari artikel, ia mulai menulis buku, hingga akhirnya beberapa puluh buku berhasil diterbitkannya.

Ketika ia merasa lebih terpanggil untuk memulai bisnis sendiri, ia menjejakkan kaki di sektor agensi buku. Dengan cara menawarkan banyak ide kepada penerbit, satu demi satu pesanan buku berdatangan. Bisnisnya mulai berkembang.

Namun belum lagi bisnis itu kokoh berdiri, ia sudah diterpa berbagai masalah. Mulai dari menjamurnya banyak bisnis serupa, bongkar pasang staf, kerugian, kehilangan klien. Macam-macam. Namun ia tetap menjalankannya.

Dari passion menulis, muncul lagi passion yang lain; yakni pemberdayaan kaum ibu. Mulailah ia mencari cara, bagaimana agar para Moms bisa tetap aktif dan produktif, tanpa harus meninggalkan rumah. Lahirlah kemudian program berikutnya, berupa sebuah lembaga pendidikan alternatif khusus bagi perempuan yang ingin belajar menulis, serta mendapatkan penghasilan melalui jalur menulis.

Saya bekerjasama dengannya untuk membangun bisnis branding berbasis keahlian menulis. Yang kami tawarkan adalah jasa branding berupa penulisan konten brand; dalam bentuk artikel, press release, dan biografi. Namun seperti yang sudah-sudah, bisnis ini juga diterpa banyak masalah serius. Selama dua tahun pertama, kami mandi darah, ibaratnya. Lebih banyak waktu, emosi dan energi terbuang, dibandingkan hasil yang didapat. Hingga akhirnya, kami memutuskan untuk memperdalam keahlian masing-masing. Ia dengan keahlian menulis serta bisnisnya, dan saya dengan keahlian online training dan branding.

Banyak kisah kegagalan bisnis yang dialami teman saya itu. Tapi herannya, ia seperti Bunny Energizer saja. Limbung sebentar, lalu hidup lagi dengan ide-ide baru. Bangkrut sebentar, dan setahun berikutnya ia sudah bisa menghapus tuntas semua kerugian yang dialami. Digempur oleh banyak cemoohan, dan kali berikutnya, ia sudah bisa berdiri lagi.

Karena sudah berulangkali mengalami kegagalan, dan berulangkali bisa kembali bangkit, ia akhirnya punya banyak sekali tabungan pengalaman. Yang kemudian ia jadikan dalam program baru, bernama REPARASI BISNIS. Di program ini, ia membantu para pemilik bisnis untuk meningkatkan omzet mereka, serta menata kembali usaha bisnis mereka agar bisa lebih produktif.

Hasilnya luar biasa. Dengan bisnis yang berbasis PAIN, ia bisa membantu banyak klien, dan mengukuhkan branding dirinya sebagai entrepreneur sekaligus coach bisnis. PAIN yang dia alami, kini sudah berubah menjadi GAIN. Menjadi sumber kesuksesan, dan kekuatan bisnisnya.

Kini, ia hendak mengepakkan sayap lebih luas lagi, dan lebih mengukuhkan brandingnya. Ia meminta saya menjadi coach Personal Branding baginya. Baginya, tanpa memiliki pemahaman serta planning jelas untuk brand dirinya, ia bisa potensial terjebak pada ketidakjelasan. Jadi ia meminta saya untuk benar-benar menggodoknya dalam hal branding diri. Dan dengan senang hati, saya menerima permintaannya.

Adakah yang bisa mengira-ngira siapakah nama kawan saya itu?

Ya, betul. Namanya Indari Mastuti, owner dari Indscript Creative. Untuknya, saya buatkan program Private Branding Camp, khusus untuk membenahi blueprint branding dirinya, serta menyiapkan perencanaan yang lebih matang bagi langkahnya di masa mendatang.

Bagi para pebisnis yang hendak memperkuat brand dirinya melalui program ini, bisa kontak saya melalui WA, atau melalui Facebook dan Linkedin. Saya menyediakan program training privat, dengan customized syllabus, khusus untuk kebutuhan setiap individu.

Karena setiap individu istimewa, maka penanganan brand dirinya haruslah istimewa juga.

—————————

Artha Julie Nava

Certified Personal Branding Strategist & Certified Social Branding Analyst

A caring, optimistic, and free-spirited person. Helping clients to build and fix their brand blueprint.

You can contact me through:

Facebook: https://www.facebook.com/arthajulienava

Linkedin: https://www.linkedin.com/in/artha-julie-nava-cpbs-7a19a533

Instagram: @ArthaJulieNava

Telegram: @ArthaJulieNava

Twitter: @julie_nava

Blog: http://arthajulienava.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s